Main Article Content

Abstract

This study aims to comparatively analyze the normative construction, requirements for application, and implementation challenges of rechterlijk pardon in the Netherlands and Indonesia within the civil law system. The focus of the study is directed at comparing Article 9a of the Dutch Wetboek van Strafrecht and Article 54 paragraph (2) of Law Number 1 of 2023 on the Indonesian Criminal Code (KUHP), as well as identifying the objective parameters developed through the jurisprudence of the Hoge Raad. This article constitutes a qualitative library-based research. The methodology employed is normative juridical research with comparative, conceptual, and philosophical approaches. The findings indicate that the Netherlands has consistently implemented rechterlijk pardon through strict cumulative requirements and measurable objective parameters. In contrast, the regulation of judicial pardon under the 2023 Criminal Code remains general and ambiguous, and lacks technical guidelines, thereby potentially creating legal uncertainty and the risk of abuse of power.

Keywords

Rechterlijk Pardon Judicial Pardon Comparative Law

Article Details

How to Cite
Qori Nirmalasari, C., & Azil Maskur, M. (2026). Penerapan Judicial Pardon di Belanda dan Indonesia: Analisis Komparatif terhadap Rechtelijk Pardon pada KUHP Baru di Indonesia. Legalite : Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam, 11(1), 116-136. https://doi.org/10.32505/legalite.v11i1.13592

References

  1. Adriyanti, N., & Zulfa, E. (2025). Judicial Pardon: Proyeksi Bunyi Putusan Hakim dalam Perkara Pidana Pasca Undang–Undang Nomor 1 Tahun 2023 Berlaku. Nagari Law Review, 8(2), 356–370. https://doi.org/10.25077/nalrev.v.8.i.2.p.356-370.2024
  2. Afandi, F. (2025, April 30). Pernyataan dalam Diskusi PERISAI Badilum Episode ke-6: Pemaafan Hakim dalam Era Baru Hukum Pidana. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/begini-tantangan-implementasi-rechterlijke-pardon-kuhp-nasional-lt68122e0543caf/
  3. Ahmad, M. (2023). Fleksibilitas dalam Penerapan Judicial Pardon: Studi Perbandingan Indonesia dan Prancis. Jurnal Hukum Pidana, 15(2), 112–130. https://doi.org/10.31341/jhp.v15i2.2345
  4. Alfret, & Frans, M. P. (2023). Konsep Putusan Pemaaf Oleh Hakim (Rechterlijk Pardon) Sebagai Jenis Putusan Baru Dalam KUHAP. Krtha Bhayangkara, 17(3), 590. https://doi.org/10.31599/krtha.v17i3.2968
  5. Amelia, D. P., & Harefa, B. (2025). Diskresi Yudisial dalam Peradilan Pidana: Tantangan, Implikasi, dan Pelajaran Perbandingan dari Indonesia dan Belanda. Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum, 14(2), 201–225. https://doi.org/10.22373/legitimasi.v14i2.32581
  6. Amelia, D. P., & Harefa, B. (2025). Judicial Discretion in Criminal Justice: Challenges, Implications, and Comparative Lessons from Indonesia and the Netherlands. Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum, 14(2), 201–225. https://doi.org/10.22373/legitimasi.v14i2.32581
  7. Anwar, A. (2025). Konsep Pemaafan Hakim (Rechterlijk Pardon) Dalam Pembaharuan KUHPidana Nasional. Arunika: Publikasi Ilmiah Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI. https://siganisbadilum.mahkamahagung.go.id/arunika/baca-artikel/konsep-pemaafan-hakim--rechterlijk-pardon--dalam-pembaharuan-kuhpidana-nasional/a-243arny4Xxu
  8. Bangun, A. R. (2023). Rechterlijk Pardon (Pemaafan Hakim) dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di Sistem Pemidanaan Indonesia [Tesis, Universitas Sumatera Utara]. https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/89579
  9. Daradjatun, A. (2025, Desember 29). Pernyataan dalam Keterangan Tertulis: Kesiapan Aparat Penegak Hukum Menyongsong KUHP dan KUHAP Baru. E-Media DPR RI. https://emedia.dpr.go.id/2025/12/31/adang-daradjatun-soroti-kesiapan-aparat-penegak-hukum-menyongsong-kuhp-dan-kuhap-baru/
  10. Estiningtyas, A. R., Hasanah, U., & Windari, R. (2024). Comparison of the Legal Regulation of the Rechterlijk Pardon in Indonesia and the Netherlands. Jurnal Suara Hukum, 6(1), 162–186. https://doi.org/10.26740/jsh.v6n1.p162-186
  11. Farig, M. A. M. (2025). Tiga Risiko Implementasi Judicial Pardon dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia: Bias Kognitif, Moral Hazard, dan Disparitas Putusan. Jurnal Hukum dan Peradilan, 14(1), 82. https://doi.org/10.25216/jhp.14.1.2025.xxx-xxx
  12. Firmansyah R, A. T., Rachman, A. A., & Yastisya, A. (2024). Criminal Law Politics of Rechterlijk Pardon Concept: (Comparative Study the New Criminal Code and Juvenile Justice System Law). Veteran Law Review, 7(1), 46–59. https://doi.org/10.35586/velrev.v7i1.6606
  13. Hapsari, I. P., Nurjaya, I. N., Aprilianda, N., & Istiqomah, M. (2025). Reformulation of Juvenile Court: The Perspective of Judicial Amnesty in Indonesia and The Netherlands. SASI, 31(4), 390–405. https://doi.org/10.47268/sasi.v31i4.3282
  14. Idris. (2025). Kedaulatan Negara dalam Penegakan Hukum Pidana. Jurnal Hukum dan Peradilan, 20(1), 45.
  15. Imaddudin, M. S. (2025). Studi Perbandingan Konsep Rechterlijk Pardon dalam KUHP Nasional dengan KUHP Belanda [Skripsi, Universitas Mataram]. https://eprints.unram.ac.id/id/eprint/49181
  16. Jayusman, D., Gusnawati, D., & Fathi, M. (2024). Judicial Pardon: Antara Abuse of Pardon Power dan Pembaharuan Hukum Pidana. Justitia et Pax, 40(2), 129–149. https://doi.org/10.24002/jep.v40i2.8574
  17. Lestari, S. D. A. (2023). *Latar Belakang dan Implikasi Pemberlakuan Asas Rechterlijk Pardon di Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana 2023* [Tesis, Universitas Islam Indonesia]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/44995
  18. Nisa', P. B. K. (2025). Analisis Komparatif Economic Duress sebagai Alasan Penghapus Pidana Pencurian dalam KUHP 2023 dan WvS Belanda. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(7), 1–20. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i7.2141
  19. Prabandana, C. Y., Nursetiawan, D., & Harseno, R. M. (2025). Meneroka Konfigurasi Rechterlijk Pardon dalam UU SPPA: Studi Putusan Pengadilan Negeri Putussibau dan Pengadilan Negeri Rengat. Dandapala: Media Informasi dan Publikasi Ilmiah Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI, 2(1). https://dandapala.com/article/detail/meneroka-konfigurasi-rechterlijk-pardon-dalam-uu-sppa
  20. Prasetyo, C. B. (2025, Agustus 13). Menimbang Rasa Keadilan dan Kemanusiaan: Implikasi Rechterlijk Pardon dalam KUHP Nasional terhadap Sistem Peradilan Pidana. Arunika: Publikasi Ilmiah Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI. https://siganisbadilum.mahkamahagung.go.id/arunika/baca-artikel/menimbang-rasa-keadilan-dan-kemanusiaan--implikasi-rechterlijk-pardon-dalam-kuhp-nasional--terhadap-sistem-peradilan-pidana/a-227arny4Xxu
  21. Prasetyo, C. B., & Simanjuntak, H. (2024). Rechterlijk Pardon sebagai Variabel Intervening dalam Rantai Kausalitas Pemidanaan: Kajian Filosofis atas Pasal 54 Ayat (2) KUHP Nasional. Jurnal Hukum dan Peradilan, 13(2), 145. https://doi.org/10.25216/jhp.13.2.2024.145-168
  22. Rusydianta. (2025). Perkembangan Konsep Keadilan Restoratif dalam Berbagai Kitab Undang-Undang Hukum Peradaban Kuno dan Barat untuk Pembaruan Hukum Pidana Materiil di Masa Mendatang [Disertasi, Universitas Airlangga]. https://repository.unair.ac.id/disertasi/rusydianta-2025
  23. Saraswati, R. (2025). Sistematika dan Konstruksi Hukum Rechterlijk Pardon dalam KUHP Nasional: Antara Jenis Pidana dan Kewenangan Hakim. Jurnal Hukum dan Peradilan, 14(1), 85. https://doi.org/10.25216/jhp.14.1.2025.85-104
  24. Stevani, D. (2025, Februari 10). Amar Putusan Perkara Pidana Anak: Penerapan Rechterlijk Pardon Pertama di Pengadilan Negeri Rangkasbitung. MariNews: Media Informasi Peradilan Umum Mahkamah Agung RI. https://marinews.mahkamahagung.go.id/berita/pn-rangkasbitung-terapkan-putusan-pemaafan-bagi-anak-0Sl
  25. Sukma, F., & Cumbhadrika, C. (2023). Urgensi Penerapan Rechterlijk Pardon Sebagai Pembaharuan Hukum Pidana Dalam Perspektif Keadilan Restoratif. Gorontalo Law Review, 6(1), 78. https://doi.org/10.32662/golrev.v6i1.2678
  26. Wicaksono, B. S. (2025). *Rechterlijk Pardon dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 sebagai Bentuk Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia* [Tesis, Universitas Andalas]. http://scholar.unand.ac.id/500588/