Main Article Content

Abstract

This study examines the practice of bhekalan anak ghik dhalem kandungan, a tradition of matchmaking during pregnancy that is still practiced by some people in Karangnangka Village, Raas District, Sumenep Regency. The focus of the research is directed at the socio-cultural background, the dynamics of implementation, and its relevance in the perspective of Maqasid al-Syariah Imam al-Ghazali. This study uses a qualitative case study approach with interview, observation, and documentation techniques, which are analyzed descriptively and interpretatively. The results show that the practice is understood as a symbolic agreement between families that is not legally binding and still provides space for autonomy for children. From the perspective of Maqasid al-Syariah, this practice is considered legitimate as long as it is oriented toward welfare and does not contain elements of coercion, especially in protecting offspring and property without neglecting the protection of children's rights.

Keywords

Engagement Tradition Islamic Law Local Custom Maqasid al-Shariah

Article Details

How to Cite
Kamila, K., Nasrulloh, N., Izzuddin, A., & Rasyid, T. (2026). The Engagement Tradition within the Perspective of Maqasid al-Shariah: A Case Study of Karangnangka Village, Raas District, Sumenep Regency. At-Tafkir, 18(2), 166-180. https://doi.org/10.32505/at.v18i2.13922

References

  1. Ardi, M. Z., Shuhufi, N. H., & bin Hasballah Thaib, Z. (2024). Konsep perjodohan melalui biro jodoh online di era modern (studi analisis sosiologis dan kaidah darurah). Rayah Al-Islam, 8(4), 2449–2468.
  2. Enayat, T., Ardebili, M. M., Kivi, R. R., Amjadi, B., & Jamali, Y. (2022). A computational approach to Homans social exchange theory. Physica A: Statistical Mechanics and Its Applications, 597, 127263.
  3. Faruq, U., & Solehodin, S. (2025). Menjawab problematik derajat wanita dalam kehidupan sosial perspektif Fazlur Rahman. Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 22(2), 386–408.
  4. Fox, J. J. (2024). Koentjaraningrat memorial lecture: Koentjaraningrat’s legacy and contemporary anthropology in Indonesia. The Asia Pacific Journal of Anthropology, 25(1), 49–63.
  5. Gusti, H. K. (2024). Perspektif hukum keluarga Islam tentang dinamika peran orang tua dalam pemilihan pasangan pernikahan menurut adat Jawa dan implikasinya terhadap perlindungan hak-hak anak. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(5), 3256–3268.
  6. Hakim, M. L. (2022). Dialektika hak ijbar dalam Undang-Undang Perkawinan perspektif fiqh sosial MA Sahal Mahfudh. YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 13(2), 247–266.
  7. Hamdani, S., & Wijayanto, P. K. (2025). Evaluasi kebijakan Undang-Undang Perkawinan pada masyarakat Saronggi, Sumenep, Madura. Solidaritas, 9(1).
  8. Handayani, L. (2024). Analisis kearifan lokal perhitungan weton dalam tradisi pernikahan adat Jawa masyarakat Desa Karang Tanjung. IAIN Metro.
  9. Hanif, H. A. (2025). Pernikahan paksa dan dampaknya terhadap keutuhan rumah tangga dalam perspektif hukum Islam. SiRad: Pelita Wawasan, 105–112.
  10. Hannani, R. (2023). Kajian psikologi keluarga: benarkah cinta adalah unsur terpenting dalam pernikahan? Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 1(2), 201–211.
  11. Jaafar, M. S. Bin. (2023). Tindakan euthanasia dalam perspektif maqasid syariah (studi perbandingan antara pendapat Yusuf Qardhawi dan Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar Al-Syinqithi). UIN Ar-Raniry Fakultas Syariah dan Hukum.
  12. Jasmin, S. P., Rahmatiah, H. L., & Sultan, L. (2025). Logika maqasid al-syariah sebagai paradigma kritik dalam rekonstruksi hukum Islam. Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan, 24(2), 349–362.
  13. Koentjaraningrat, R. M. (2024). Anthropology in Indonesia: A bibliographical review.
  14. Makin, M., & Hidayati, T. W. (2025). Mahar dalam perspektif Yusuf al-Qardhawi dan relevansinya terhadap praktik sosial pernikahan di Indonesia. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(3), 323–336.
  15. Maula, I. (2023). Telaah yuridis sosiologis terhadap praktik pendidikan pranikah sebagai pengetahuan harmonisasi keluarga. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(3), 1609–1630.
  16. Muda, H. A. D. (2025). Kedudukan anak dalam amalgamasi antara etnis Minangkabau dan etnis Jawa dalam pandangan pemangku adat: studi etnografi di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
  17. Puspita, A. W. (2025). Konsep kafaah dalam pernikahan menurut generasi Z perspektif fikih munakahat. Universitas Islam Indonesia.
  18. Qomaruddin, Q., & Sadiyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84.
  19. Ramadhani, D. A., Siagian, R. E., & Sitepu, C. A. (2025). Konstruksi realitas dalam pendidikan: analisis cerpen Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma dengan teori Berger dan Luckmann. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 2(1), 356–363.
  20. Sahlan, M., & Khoir, M. I. (2025). Branding strategy based on 5M management in improving the existence and competitiveness of Islamic education institutions. Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 11(1), 80–93.
  21. Saputro, A. R. A., & Kalamiah, M. J. (2025). Pernikahan anak dalam hak ijbar: telaah komparatif fikih Syafii dan hukum nasional. Mabahits: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(02), 176–196.
  22. Sholihah, H. (2023). Tafsir maqasid as an alternative method legal istinbat. Al-Afkar: Journal for Islamic Studies, 6(3), 696–712.
  23. Suhaili, A. (2025). Integrasi maqasid al-syariah dalam praktik peradilan agama di Indonesia: studi alternatif penyelesaian sengketa keluarga. Mabahits: Jurnal Hukum Keluarga, 6(01), 29–42.
  24. Susanti, E., & Rochma, I. (2024). Kepuasan pernikahan pada individu yang telah menikah. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi, 7(1).
  25. Syahrizan, M., & Siregar, A. H. (2024). Budaya patriarki dalam rumah tangga menurut perspektif hukum Islam. Bertuah: Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam, 5(1), 118–131.
  26. Tashfia, A. (2022). Status perkawinan akibat murtad dalam perspektif ulama kontemporer dan Undang-Undang Perkawinan di Indonesia. Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  27. Thorik, A., Sugandi, M. I., & Prasetya, F. (2025). Dinamika perceraian di kalangan keluarga Muslim Indonesia dalam perspektif sosiologi hukum Islam. Millatuna: Jurnal Studi Islam, 2(04), 93–108.
  28. Ulum, M. S., & Khasanah, U. C. (2022). Mitos larangan menikah Etan-Kulon Kali Brantas Kediri: tinjauan strukturalisme Levi-Strauss. Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam, 20(2), 235–252.