Main Article Content
Abstract
This study addresses the lack of comprehensive academic analysis on peusijuek, an Acehnese traditional ritual, particularly regarding its religious-philosophical values and its role in family and child-related traditions. Although peusijuek remains widely practiced and regarded as sacred by the Acehnese community, studies that integrate cultural, religious, and familial perspectives are still limited. This research aims to analyze the meaning and religious values embedded in the peusijuek tradition and its relevance within the Acehnese family structure. The study employs a library research method, drawing on books, scholarly journals, and relevant documents. The findings indicate that peusijuek represents local wisdom that harmoniously unites cultural practices and religious teachings, reinforcing the belief that religion and culture are inseparable in Acehnese society. Furthermore, peusijuek plays a significant role in rituals related to children, who are viewed as divine gifts, the foundation of family harmony, and the future generation of the nation. The study implies that peusijuek functions as a cultural instrument for transmitting religious values, strengthening family cohesion, and supporting early moral and social development within Acehnese society.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
- Aisyah, A. (2016). Studi literatur: Pendekatan induktif untuk meningkatkan kemampuan generalisasi dan self confident siswa SMK. Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika, 2(1), 1–12.
- Dhuhri, S. (2009). Peusijuek: Sebuah tradisi ritual sosial masyarakat Pasee dalam perspektif tradisionalis dan reformis. International Conference on Aceh and Indian Ocean Studies II Civil Conflict and Its Remedies, 27.
- Fuadi, T. M., Musriadi, R., Usman, & Farissi, S. (2019). Dodaidi: Budaya mengayunkan anak dalam masyarakat Aceh (Perspektif filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara). Jurnal Pencerahan, 13(1), 79–96.
- Hanifah, T. (2019). Peran keterlibatan orang tua terhadap kesiapan sekolah pada anak prasekolah. Cognicia, 7(4), 492–506.
- Hariadi, J., Fadhilah, M. A., Rizki, A., & Fajarini, I. (2022). Revitalizing tepung tawar to protect local cultural heritage of Aceh Tamiang. Mudra, 37(2), 186–194.
- Hermaliza, E. (2011). Peumuliaa Jamee. Banda Aceh: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional.
- Hulukati, W. (2015). Peran lingkungan keluarga terhadap perkembangan anak. Jurnal Musawa, 7(2), 265–282.
- Ibrahim, A. (2022). Pendidikan karakter anak melalui tradisi Dodaidi di Aceh. ABNA: Journal of Islamic Early Childhood Education, 3(1), 21–30.
- Idris, T. (2017). Pemenuhan hak-hak anak dalam adat dan budaya Aceh. Pionir: Jurnal Pendidikan, 6(2).
- Ismail, B. (2003). Mesjid dan adat meunasah sebagai sumber energi budaya Aceh. Banda Aceh: Gua Hira.
- Kusmiran, K., Hitami, M., & Yusuf, K. M. (2022). Peran keluarga terhadap pendidikan Islami di PAUD Qurratul Ayun Kampar. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 1(2), 470–476. https://doi.org/10.31004/jpion.v1i2.80
- Lubis, M. R., Siregar, G. T., Ichsan, R. N., Lubis, M. A., & Nurita, C. (2022). Mekanisme pelaksanaan pengangkatan anak dalam masyarakat Aceh (Mechanism for implementing child adoption in the Aceh community). PKM Maju UDA, 3(3), 129. https://doi.org/10.46930/pkmmajuuda.v3i3.4008
- Mahardika, A. (2017). Penanaman karakter bangsa berbasis kearifan lokal di sekolah. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan (Journal of Citizenship Education), 7(2), 16–27.
- Marzuki, M. (2011). Tradisi peusijuek dalam masyarakat Aceh: Integritas nilai-nilai agama dan budaya. El Harakah: Jurnal Budaya Islam, 13(2), 133–149. https://doi.org/10.18860/el.v0i0.458
- Noviana, N. (2018). Integritas kearifan lokal budaya tradisi Peusijuk. DESKOVI: Art and Design Journal, 1(1), 29–34.
- Raudhoh. (2017). Peran keluarga dalam pendidikan anak usia dini. Harkat An-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak, 2(1), 83–108.
- Rezieka, D. G., Putro, K. Z., & Irsyad, M. (2021). Analisis adat budaya Aceh pada tradisi Mee Buu tujuh bulanan ibu hamil. Jurnal Pelita PAUD, 6(1), 92–101. https://doi.org/10.33222/pelitapaud.v6i1.1494
- Riezal, C., Joebagio, H., & Susanto, S. (2019). Konstruksi makna tradisi peusijuek dalam budaya Aceh. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 20(2), 145–155. https://doi.org/10.25077/jantro.v20.n2.p145-155.2018
- Rusdiana, A. (2018). Penilaian autentik: Konsep, prinsip, dan aplikasinya. Bandung: Pustaka Setia.
- Sakina, Putra, D. N. R. A., & Krisnawati, I. G. A. A. A. (2018). Penerapan penyelesaian sengketa dengan gugatan sederhana (Small Claim Court) di Pengadilan Negeri (Studi kasus di Pengadilan Negeri Denpasar). Kertha Wicara, 7(4), 1–14.
- Samad, S. A. A. (2015). Pengaruh agama dalam tradisi mendidik anak di Aceh: Telaah terhadap masa sebelum dan pasca kelahiran. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 1(1).
- Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
- Sukmadinata, N. S. (2013). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Usman, M. (2022). Tradisi dan budaya Islam di Aceh: Pengaruh dan praktik dalam konteks sosial. CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya, 1(1), 56–76. https://doi.org/10.35905/carita.v3i1.10666
- Veryawan, Hasibuan, R. H., & Suhelayanti. (2022). Pemahaman pola asuh positif bagi anak usia dini. Transformatif: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.22515/transformatif.v3i1.4711