Section Articles

The Return of Engagement Tokens in the Cancellation of Marriage by the Female Party: An Analysis of Fiqh Munakahat and Aceh Qanun

Dinda Sri Rezeki
dindasrirezky@gmail.com (Primary Contact)
Sitti Suryani
Rosmiati Rosmiati

Main Article Content

Abstract

The pre-marriage phase, including khitbah (engagement), ideally serves as a period of reflection and preparation for both parties before entering into marriage. In practice, however, in Acehnese society, this phase often generates moral, social, and economic conflicts due to the absence of normative regulations in the Qanun regarding engagements and the return of engagement gifts. This article aims to analyze the legal construction of engagement gift returns from the perspective of fiqh munakahat and its relevance to the principles contained in Aceh Qanun Number 14 of 2019 on Family Law, particularly concerning justice, public interest, and the protection of individual rights. This study is categorized as normative legal research based on library studies, employing both the fiqh munakahat and statute approaches, and utilizing descriptive-analytical analysis with deductive reasoning to examine legal norms and prevailing social practices. The findings indicate that the return of engagement gifts in fiqh is contextual and moral rather than an absolute obligation, while the Qanun provides evaluative principles for assessing such practices. The synchronization of fiqh and the Qanun can guide pre-marital practices to be fairer, more proportional, and aligned with Sharia values, while safeguarding the rights of the parties involved.

Keywords

Return Signs of Engagement Fiqh Munakahat

Article Details

References

  1. Andri, Andri. “Tradisi Perkawinan Adat Mekhanjang di Longkib: Sebuah Kajian Hukum Islam tentang Nilai-Nilai Kemaslahatan dan Keadilan.” Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah 7, no. 2 (2024): 798–812. https://doi.org/10.58824/mediasas.v7i2.290.
  2. Azril, Abdul Jalil Salam, dan Irwansyah Muhammad Jamal. “Telaah Fikih dan Hukum Adat terhadap Pembatalan Pertunangan.” Ahkamul Usrah: Jurnal S2 Hukum Keluarga dan Peradilan Islam 4, no. 1 (2024): 1–11. https://doi.org/10.22373/ahkamulusrah.v4i1.4582.
  3. Bako, Azharrudin. “Persepsi Hukum Islam terhadap Sanksi Pembatalan Peminangan (Studi Kasus di Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam).” Skripsi, Fakultas Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Sumatera Utara, 2023. http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/2124.
  4. Fikriyah, Uswatul. “Engagement Cancellation and Its Legal Implications in Malaysia (Women’s Rights Perspective).” Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah 6, no. 2 (2015): 98–116. https://doi.org/10.18860/j.v6i2.4102.
  5. Hamdan, Hamdan Arief Hanif, dan Yoni Irma Yunita. “Derajat Mahar dalam Proses Perkawinan: Tinjauan Fikih Munakahat.” Al-Mawarid: Jurnal Syariah dan Hukum 5, no. 1 (2023): 19–32. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol5.iss1.art2.
  6. Hanif, Hamdan Arief. “Pernikahan Paksa dan Dampaknya terhadap Keutuhan Rumah Tangga dalam Perspektif Hukum Islam.” SiRad: Pelita Wawasan 1, no. 2 (2025): 105–112. https://doi.org/10.64728/sirad.v1i2.art3.
  7. Harahap, Maulana Alghifari, dan Faiz Nayla Chasnun. “Nikah dalam Lamaran Orang.” Al-Adalah: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora (2025). https://ejurnalqarnain.stisnq.ac.id/index.php/aladalah/article/view/1226.
  8. Hasibuan, Samsinar, Jumni Nelli, dan Zulfahmi Zulfahmi. “Konsep Khitbah dalam Hadis Rasulullah.” Journal of Islamic Law El Madani 1, no. 2 (2022): 61–68. https://doi.org/10.55438/jile.v1i2.21.
  9. Heranda, Bella, Muhammad Harun, dan Muhammad Torik. “Penyelesaian Pembatalan Pertunangan Anak dalam Perspektif Hukum Adat dan Hukum Islam.” Muqaranah 5, no. 1 (2021): 85–100. https://doi.org/10.19109/muqaranah.v5i1.9213.
  10. Hidayatulloh, Muhamad Syarif. “Praktik Pinangan Perempuan kepada Laki-Laki: Analisis Implikasi dalam Perspektif Hukum Islam.” Al-Mawarid: Jurnal Syariah dan Hukum 6, no. 2 (2024). https://doi.org/10.20885/ijiis.vol6.iss2.art8.
  11. Karmelia, Linda. “Implementasi Qawaid Fiqhiyyah dalam Menyelesaikan Problematika Hukum Keluarga Islam.” Maqasid 12, no. 2 (2023). https://doi.org/10.30651/mqsd.v12i2.19313.
  12. Khakim, M. Lutfi, dan Mukhlis Ardiyanto. “Menjaga Kehormatan sebagai Perlindungan Nasab dalam Perspektif Maqasid Syariah.” Nizham: Journal of Islamic Studies 8, no. 1 (2020): 32–41. https://doi.org/10.32332/nizham.v8i01.2105.
  13. Mulyono, Muhlisotullatifah, Suharningsih, Habib Ismail, dan Haris Santoso. “Analisis Denda Pembatalan Pertunangan Perspektif Sosiologi Hukum: Studi Kasus Desa Negara Jaya.” Berkala Hukum, Sosial dan Agama 2, no. 1 (2025): 107–122.
  14. Naila, Eva, Helmayanti, Siti Nabila Zahra, Navisya, dan Erwan Setyanoor. “Prinsip Keadilan pada Jual Beli dalam Pandangan Al-Quran dan Hadis.” Ahsan: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan 2, no. 1 (2025): 117–121.
  15. Putri, Yayang Febiola. “Tinjauan Hukum Islam terhadap Fenomena Pembatalan Pertunangan (Studi Kasus Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir).” Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, 2025. https://repository.uin-suska.ac.id/91214/.
  16. Sadibih, Muhammad Ahmad Fulka. “Perkawinan sebagai Ibadah: Reorientasi Niat dalam Pembentukan Keluarga Islami.” Tamaddun 10, no. 1 (2025). https://doi.org/10.47759/w5f8yg60.
  17. Salsabila, Diva Kurnia Dwi, Nanda Fitriyah, Ahsin Haris Ulinnuha, dan Muh Zamroni. “Prinsip Keadilan dalam Syariat Islam: Antara Kewajiban Berlaku Adil dan Larangan Zalim.” Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan 2, no. 4 (2025): 680–685.
  18. Sari, Solihin. “Mahar dalam Perspektif Pernikahan.” Musyarokah: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam 2, no. 1 (2024): 63–71. https://doi.org/10.64173/msyr.v2i1.138.
  19. Silfiani, Hesti. “Cancellation and Return of Engagement Gifts in Islamic Law.” International Conference on Islamic Studies (ICIS) (2024): 258–269.
  20. Siregar, Khairatun Nazmi, Hafsah Hafsah, dan Ramadhan Syahmedi Siregar. “Pembatalan Peminangan dan Akibat Hukumnya Menurut Perspektif Hukum Islam dan Adat Melayu.” Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial 10, no. 2 (2022). https://doi.org/10.30868/am.v10i02.4100.
  21. Stiawan, Thoat. “Taaruf dan Khitbah sebelum Perkawinan.” Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam 10, no. 1 (2021). https://doi.org/10.30651/mqsd.v10i1.12991.
  22. Sumanto, Dedi. “Hukum Khitbah dalam Kehidupan Masyarakat Perspektif Tafsir Ayat Ahkam.” Jurnal Al-Himayah 7, no. 2 (2023): 35–52.
  23. Surasa, Ais, Irfan Fahmi, Encup Supriatna, dan Husain Husain. “Khitbah dalam Pernikahan Perspektif Pendidikan Islam dan Psikologi.” Mahkamah: Jurnal Riset Ilmu Hukum 2, no. 4 (2025): 152–168. https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i4.1323.
  24. Susanti, Ika. “Pernikahan Melanggar Masa Iddah dalam Hukum Positif dan Syariat Islam.” ASA 5, no. 1 (2023): 31–48. https://doi.org/10.58293/asa.v5i1.66.
  25. Tajuddin, Nurulmahfuzah Masmi, dan Setiyawan Gunardi. “Breach of Betrothal in Malaysia: A Comparative Study between Sharia and Civil Law.” Al-Mawarid: Jurnal Syariah dan Hukum 6, no. 1 (2024): 91–110. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol6.iss1.art7.
  26. Wafa, Faiz Ridlo Himamul. “Status Pengikat dalam Khitbah: Studi Komparatif Pendapat Mazhab Syafii dan Mazhab Hanafi.” Jurnal Al-Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam 6, no. 1 (2021): 52–68. https://doi.org/10.52802/wst.v6i1.197.